JANGAN LUPA LIKE-NYA DOOOONGGG >>>>>KLIK PROGRAM SEKOLAH UNTUK SEMUA APLIKASI EXCEL
Showing posts with label Ilmuwan. Show all posts
Showing posts with label Ilmuwan. Show all posts

Tuesday, 19 October 2010

Autisme Dibalik Kejeniusan Einstein






Psikiater menyebut banyak figur penting di bidang ilmu pengetahuan, politik maupun seni menggapai kesuksesan karena mereka mengidap penyakit autisme.

Michael Fitzgerald, profesor psikiatri di Trinity College Dublin mengungkapkan bahwa karakteristik yang berkaitan dengan Autism Spectrum Disorders (ASDs) memiliki kesamaan dengan unsur pendukung kreativitas jenius.

Prof Fitzgerald menyebutkan Isaac Newton, Albert Einstein, George Orwell, H.G Wells dan Ludwig Wittgenstein sebagai contoh beberapa individu brilian terkenal dan menunjukkan ciri ASD termasuk Asperger syndrome. Tidak hanya itu, Beethoven, Mozart, Hans Christian Andersen dan Immanuel Kant juga didiagnosis Asperger.

“Kelainan psikiatri juga dapat memiliki dimensi yang positif. Saya percaya gen autisme atau asperger serta kreativitas pada dasarnya sama. Kita tidak mengetahui gen mereka secara pasti dan berapa banyak, namun kita bebicara soal gen ganda. Setiap kasus begitu unik karena setiap orang memiliki tingkat gen yang terlibat berbeda-beda,” ujar Prof Fitzgerald.

Fitzgerald seperti dikutip dari Telegraph juga menyebutkan bahwa gen ini menyebabkan seseorang memiliki fokus yang tinggi, tidak cocok dengan sistem sekolah dan seringkali kesulitan menjalin hubungan sosial dan kontak mata. Mereka juga cenderung paranoid dan bertentangan dengan orang lain, serta memiliki moral dan etika yang tinggi.


“Mereka mampu bertahan dalam topik tertentu selama 20 hingga 30 tahun tanpa terganggu dengan pikiran orang lain. Mereka dapat menghasilkan sesuatu dalam satu jangka waktu sebanding dengan pekerjaan tiga hingga empat orang,” ujar psikiater ini.

Sifat-sifat seperti kebutuhan akan dominasi serta kontrol merupakan kunci kesuksesan dari Charles de Gaulle yang terkenal dengan ucapannnya I am France, mantan presiden AS Thomas Jefferson dan Enoch Powell. Contoh lain, ujar Fitzgerald, penulis fiksi ilmiah H.G Wells yang digambarkan psikiater tersebut sebagai antisosial, pengontrol, kesepian dan ketidakdewasaan emosional.

Prof Fitzgerald menyampaikan kesimpulannya setelah membandingkan karakteristik sekitar 1600 orang yang didiagnosa memiliki ASD dan orang terkenal. Dia menyebutkan bahwa ahli filosofi asal Austria, Ludwig Wittgenstein menampilkan berbagai pengidap Asperger mampu bekerja dalam jangka waktu yang lama menyngkut topik tertentu, tanpa menghiraukan sudut pandang orang lain.

Isaac Newton misalnya, dikenal bekerja tanpa henti selama 3 hari tanpa peduli siang malam, dan sering lupa makan. Tidak hanya itu, Einstein sendiri merumuskan sesuatu di ruang pribadinya karena ia terlalu ‘mengganggu’ untuk mendapatkan pekerjaan di universitas.

Buku Prof Fitzferald berjudul Genius Genes: How Asperger Talents Changed the World telah dipublikasikan akhir tahun lalu. Diperkirakan penderita ASD mencapai sekitar 60 hingga 120 kasus setiap 10 ribu orang.

Amanda Batten dari National Autistic Society mengatakan, “Penting untuk menghindari labelisasi seseorang yang mengidap autisme sebagai orang jenius atau apapun, karena setiap orang memiliki karakteristik individu dengan kekuatan dan kebutuhan tersendiri.”


Read more: Autisme Dibalik Kejeniusan Einstein - Asal Kamu Tahu Aja
Baca Selengkapnya >>>

Hipotesis Mahasiswa Ini Mematahkan Jawaban Profesornya




https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi13gwJpKXGfNEU2lo8wZORBvOVKXjrmVKSk6wno9z8QXpSDXbpAE7AZ9Y8IvTEPW9WTl2JlhOIeizriu9lSnSF9TL7zJ2Nu9XT_tVzHvUzS-_MnV8Q156wUeepZ_r5lACFu4GLxoO0CS4/s400/profesor+linglung.jpg 
Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswa nya dengan pertanyaan ini, "Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?".

Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, "Betul, Dia yang menciptakan semuanya".

"Tuhan menciptakan semuanya?" Tanya professor sekali lagi. "Ya, Pak, semuanya" kata mahasiswa tersebut.

Profesor itu menjawab, "Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan".

"Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau Agama itu adalah sebuah mitos.

Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, "Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?".

"Tentu saja," jawab si Profesor,

Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, "Profesor, apakah dingin itu ada?"

"Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada.

Kamu tidak pernah sakit flu?" Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.

Mahasiswa itu menjawab, "Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada.

Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas."

Mahasiswa itu melanjutkan, "Profesor, apakah gelap itu ada?" Profesor itu menjawab, "Tentu saja itu ada."

Mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi anda salah, Pak.

Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak.

Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya."

Akhirnya mahasiswa itu bertanya, "Profesor, apakah kejahatan itu ada?"

Dengan bimbang professor itu menjawab, "Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya.

Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan."

Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi Anda salah, Pak.

Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kajahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan.

Tuhan tidak menciptakan kajahatan. Kajahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya."

Profesor itu terdiam.

Siapakah mahasiswa tersebut???



ALBERT EINSTEIN


Read more: Hipotesis Mahasiswa Ini Mematahkan Jawaban Profesornya - Asal Kamu Tahu Aja
Baca Selengkapnya >>>